Analisa Kasus Siswa Sekolah Dasar Putus Sekolah

Penyebab:

Penyebab pertama adalah masalah ekonomi, karena hampir 80% anak-anak yang putus sekolah menyatakan kesulitan ekonomi baik yang tidak punya dana untuk beli pakaian seragam, buku, transport atau kesulitan ekonomi yang mengharuskan mereka harus bekerja sehingga tidak mungkin bersekolah.

Kemudian penyebab kedua adalah di daerah pedalaman banyak sekolah yang jarak sekolah dengan rumah jauh. Hal itu dikarenakan Indonesia merupakan negara kepulauan, bergunung-gunung dan populasinya tersebar dari Sabang sampai Merauke. Sehingga pemerintahpun mengakui belum bisa menjamin pendidikan layaknya seperti di perkotaan di mana tiga kilometer pasti sudah ada fasilitas pendidikan.

Dan yang terakhir adalah banyaknya di daerah pedalaman atau pedesaan yang sebenarnya masih dalam usia seklah, akan tetapi sudah kawin muda sehingga keterbatasan waktu untuk bersekolah makin tinggi. Karena jika kita melihat pasal 17 ayat (1) UU RI No.1 Tahun 1974 tentang perkawinan menyatakan bahwa: Perkawinan hanya diizinkan bila piha pria mencapai umur 19 (sembilan belas) tahun dan pihak wanita sudah mencapai usia 16 (enam belas) tahun. Sehingga banyak juga yang menikah pada batas usia minimal tersebut.

Upaya Meningkatkan Pendidikan:

Pemerintah, dalam hal ini dilaksanakan oleh Menteri Pendidikan harus lebih intens terhadap pemberian beasiswa bagi yang kurang mampu atau yang berprestasi dan melakukan pemerataan pendidikan di seluruh pelosok negeri.

Pemerintah pusat harus terus bekerja sama dengan pemerintah provinsi sampai ke kabupaten untuk mendata penduduk yang benar-benar tidak mampu dari faktor ekonomi, kemudian memberikan bantuan tepat sasaran. Jangan sampai uang bantuan tidak tepat sasaran atau bahkan dikorupsi.

Meningkatkan pengetahuan orang tua terhadap pentingnya pendidikan bagi anak-anaknya. Karena pendidikan merupakan modal yang paling berharga untuk mencapai kesuksesan di masa datang. Upaya ini tidak hanya terbatas dilakukan oleh pemerintah, akan tetapi semua masyarakat wajib untuk melakukan upaya ini.

Berusaha membantu meningkatkan pendidkan di Indonesia dengan berbagai cara sesuai kemampuan nasing-masing. Seperti membantu berupa materi, pengetahuan, atau keterampilan-keterampilan.

Pemerintah dan seluruh lapisan masyarakat juga harus melakukan pengawasan terhadap jalannya pendidikan di Indonesia. Karena banyak juga orang tua yang sudah bersusah payah menyekolahkan ankanya, akan tetapi mutu dan kualitas pendidikan yang diterima anaknya kurang baik.

Sekedar untuk informasi, Berdasarkan Konvensi Hak Anak PBB tahun 1989

Setiap anak di manapun di dunia, berhak untuk:

1. Bermain.

2. Mendapatkan pendidikan.

3. Mendapatkan perlindungan.

4. Mendapatkan nama sebagai identitas.

5. Mendapatkan status kebangsaan.

6. Mendapatkan makanan.

7. Mendapatkan akses kesehatan.

8. Mendapatkan rekreasi.

9. Mendapatkan kesamaan.

10. Mendapatkan peran dalam pembangunan.

 

 

 

Categories: Learning Together About Law | Tags: , , | Leave a comment

Post navigation

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Create a free website or blog at WordPress.com.

Sejuta Pemikiran Kita

"Berpikir dan Bertindak se-Bijak Mungkin"

riediboediono

4 out of 5 dentists recommend this WordPress.com site

ISMAYA DWI AGUSTINA

LIFE OF A LAW STUDENT

Man Jadda WaJada

''Barangsiapa yang bersungguh-sungguh maka dia akan berhasil, Insya Allah!"

Deny Rizky Kurniawan

Make The World Smile With The Miracle Of Law

The WordPress.com Blog

The latest news on WordPress.com and the WordPress community.

%d bloggers like this: